Pemangkasan



Kunci keberhasilan pada budidaya tanaman, baik itu tanaman perkebunan maupun tanaman buah-buahan salah satunya  adalah pemeliharaan dengan melakukan pemangkasan yang tepat.

Apabila tanaman dibiarkan dari kecil hingga besar, sehingga tanaman tersebut tumbuh semakin tinggi, maka akan menyulitkan dalam pemeliharaan dan pemungutan hasil, disamping itu produksinya akan berkurang.  Oleh karena itu pemangkasan adalah salah satu kegiatan yang harus dilaksanakan dalam rangka pemeliharaan.  

Pemangkasan yang dilakukan terhadap tanaman mempunyai tujuan, diantaranya adalah:

  • Memberikan keleluasaan mendapatkan cahaya  secara merata guna merangsang pembentukan bunga dan organ lainnya.
  • Memperlancar aliran udara, sehingga proses penyerbukan bisa berlangsung dengan lancar.
  • Menghindarkan kelembaban yang berlebihan yang akan menyebabkan tumbuhnya penyakit..
  • Membuang semua cabang yang tidak produktif sehingga zat-zat hara dapat disalurkan kepada cabang-cabang yang produktif

Melakukan pemangkasan tanaman, berarti kita harus memotong atau membuang bagian – bagian tertentu dari tanaman dengan sedemikian rupa, sehingga tujuan dari pangkasan dapat tercapai

Disatu pihak problema yang timbul adalah bagaiman menentukan bagian-bagian yang tidak dikehendaki itu agar pelaksanaan pemangkasan sejalan dengan tujuan pangkasan tersebut.

Untuk mempermudah penentuan bagian-bagian mana yang perlu dilakukan untuk dipangkas, kiranya perlu ditinjau lebih dulu mengenai system pangkasan yang digunakan.

Pemangkasan yang dikenal dewasa ini dapat dibedakan atas 4 sistem pemangkasan yakni:

  1. Pemangkasan Bentuk
  2. Pemangkasan Pemeliharaan
  3. Pemangkasan Produksi
  4. Pemangkasan peremajaan

Pelaksanaan pemangkasan ini, nantinya akan menentukan bagian-bagian mana yang tumbuhnya tidak dikehendaki, sehingga akan mempermudah dalam pembuangan atau pemangkasan. 

1.   Bagian – bagian tanaman yang dipotong/dibuang

Pemangkasan atau pembuangan bagian tanaman yang tumbuhnya tidak dikehendaki, dapat dilakukan setelah batang, cabang, ranting atau daun  ditentukan terlebih dahulu. Untuk dapat mengetahui atau menentukan bagian yang akan dipotong tersebut maka, kita harus mengetahui jenis pemangkasan.  Pemangkasan berdasarkan jenis dan tujuannya masing – masing tersebut diantaranya sebagai berikut :

  1. Pemangkasan Bentuk

Pemangkasan ini dilakukan untuk membentuk pohon tersebut mempunyai kerangka (frame) pohon yang tidak terlalu tinggi, mendapatkan percabangan yang kuat serta merata kesegala arah, terbentuknya tanjuk yang ideal dan dapat pula mempercepat tanaman tersebut berbuah. Agar tanaman tidak tumbuh begitu tinggi, maka perlu adanya pemangkasan pucuk (pemenggalan), guna menghentikan pertumbuhan ke atas dan memberikan kesempatan cabang-cabang primer (samping), bisa memanjang. Dengan cara tersebut akan diperoleh tanaman dengan pertumbuhan yang bertambah luas dan melebar.

Pemangkasan bentuk dilakukan pada tanaman setelah membentuk cabang primer, dengan cara memlihara 3 cabang primer dari cabang yang terbentuk pada prapatan (jourquatte), kemudian cabang yang tertinggal harus dipilih yang sehat dan yang kuat, bahkan kalau dapat letaknya usahakan simetris terhadap titik prapatan pohon.

Disamping memelihara 3 cabang primer yang sehat dan kuat, pada tahap selanjutnya adalah pengaturan tebal tipisnya perdaunan cabang primer, yakni mengurangi cabang sekunder dengan teratur.  Pada ketiga cabang primer dengan jarak 30 cm dan maksimal 60 cm dari pangkal prapatan tidak dipelihara cabang-cabang sekunder, sedangkan pengaturan cabang-cabang sekunder, selanjutnya diatur agar letaknya seimbang pada cabang primer.

Pengaturan cabang sekunder ini dilakukan sedemikian rupa sehingga cabang-cabang sekunder yang ditinggalkan pada cabang primer tersusun secara zig-zag.  Dengan cara ini keseimbangan percabangan diharapkan dapat tercapai.  Pemangkasan ini sebaiknya dilakukan secara ringan dan bertahap, sehingga pelaksanaan pangkasan yang dilakukan pada berikutnya tidak terlalu berat.

  • Pemangkasan Pemeliharaan

Pemangkasan pemeliharaan merupakan pemangkasan yang bertujuan untuk mengurangi rimbunya pohon atau tumnbuhnya cabang – cabang baru yang tidak dikehendaki, dengan demikian sinar matahari dapat masuk serta dapat diterima dengan cukup, hal ini sangat berpengaruh terhadap tanaman, karena tanaman tersebut bisa terhindar dari tumbuhnya cendawan dan jamur yang dapat merusak pertumbuhan tanaman.

Pemangkasan pemeliharaan ditujukan untuk mempertahankan habitus pohon yang telah dibentuk, agar bentuk pohon tetap baik dengan percabangan yang seimbang, sehingga distribusi daun tetap merata. 

Pemangkasan pemeliharaan dilakukan pada tanaman non produktif, yaitu setelah tanaman mengalami pemangkasan bentuk. 

Pemangkasan pemeliharaan dibedakan menjadi dua yakni, pemangkasan percabangan dan pemangkasan akar.

            Pemangkasan Percabangan

Pemangkasan percabanagan ini dilakukan dengan cara pemotongan/memangkas dari cabang – cabang yang tidak diinginkan, antara lain : tunas – tunas air, cabang – cabang yang sakit, cabang dan ranting yang kering, serta cabang yang tumpang tindih dan terlindungi masuknya sinar matahari, sehingga tidak melakukan asimilasi sendiri.  Pemangkasan percabangan terbagi dalam dua bagian yakni pangkasan berat dan pangkasan ringan.

Pangkasan berat dilakukan pada awal musim hujan atau pada akhir musim kemarau.  Pemangkasan ini dilakukan pada cabang primer yang tidak berproduktif atau cabang tersebut sudah tua dan kering serta pemangkasan dilakukan pada cabang yang terserang hama dan penyakit, dan cabang – cabang yang liar serta daun yang mengering. 

Pemangkasan ringan atau pewiwilan dilakukan dengan cara membuang tunas wiwilan yang tumbuhnya tidak dikehendaki.

            Pemangkasan Perakaran 

Pemangkasan akar ini dilakukan, jika tanaman tersebut terlalu cepat dalam pertumbuhannya, tetapi keadaan pertumbuhan bunga dalam keadaan kurang baik, maka untuk mencegah kemungkinan tersebut, kita lakukan penghambatan pertumbuhan dengan jalan memotong perakaran.

Pemotongan akar dilakukan dibagian luar mahkota daun dan harus dilakukan dengan hati – hati, pemangkasan ini dilakukan pada akar yang masih kecil, pemangkasan pada akar tiadak boleh terlalu banyak, sebab bisa mengakibatkan kematian.

Pemangkasan pada perakaran hendaknya dilakukan secara intensif, guna mendapatkan pertumbuhan dan produksi tanaman yang bisa diatur, dan akan menghemat dalam penggunaan pupuk, hal ini disebabkan penyerapan unsure hara oleh akar akan terbatas, karena penyerapan unsure hara dibatasi oleh adanya alur – alur yang diputus oleh pisau, terutama pada bagian mahkota daun.

  • Pemangkasan Peremajaan

Pemangkasan peremajaan merupakan bagian pemangkasan yang bertujuan untuk memperlakukan tanaman yang sudah tua dan tanaman yang tidak berproduktif menjadi muda tanpa melakukan penanaman kembali.

Pemangkasan ini dilakukan dengan cara memangkas dahan pohon tersebut, serta pemotongan pada  batang pokok tanaman, dengan kondisi keadaan tanaman tersebut sudah tidak memenuhi syarat untuk dipertahankan.

Pada prinsipnya peremajaan dengan memangkas dahan atau batang pokok ini, tidak hanya untuk membuat tanaman tersebut menjadi muda kembali, akan tetapi tujuan yang utama adalah memperbaiki sifat – sifat pohon yang kurang baik.  Perbaikan ini dilakukan dengan cara menyambung atau mengokulasi tunas – tunas yang tumbuh setelah pemangkasan dengan entres/mata tunas yang bersal dari tanaman sejenis yang lebih baik sifatnya.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *