Pembuatan Yoghurt – Forumborneo

Pembuatan Yoghurt

Materi pembuatan yoghurt ini merupakan lembar kerja bagi peserta yang mengikuti diklat secara Online yang diselenggarakan oleh PPPPTK Pertanian Cianjur, tahun 2020 dalam rangka Kerja dari rumah saja.

Pemanfaatan mikroorganisme Streptocoocus thermophillus dan
Lactobacillus bulgaricus dalam Fermentasi pembuatan yoghurt
Tujuan: Setelah melakukan kegiatan ini peserta mampu memanfaatkan
mikroorganisme Streptocoocus thermophillus dan Lactobacillus bulgaricus dalam pembuatan yoghurt
Alat danBahan :
• Pemanas /kompor
• Pengaduk kayu
• Susu skim bubuk
• Susu segar

Panci steinless steel
• Stoples
• Blender
• Mixer
• Sendok
• Timbangan
• Wadah/ gelas
• Termometer 0 ..s.d…100 oC
• Gelas ukur
• Yoghurt netral ( Plain yoghurt / Starter
• Buah ( Strobery, nanas, anggur )
• Gula putih
• Alkohol 96% ( dalam hand sprayer)
• Lampu spirtus
• Korek api
• Tissue

Langkah Kerja :
1) Pembuatan media dan Fermentasi
• Sebelummulai bekerja,pastikan semua peralatan yang digunakan dalam kondisi bersih
• Panaskan 1 liter susu segar dan 50 – 100 gram susu skim, dan panaskan sampai mencapai suhu sekitar 70 oC .Untuk memastikan suhu dapat diukur dengan menggunakan termometer atau bila tidak memiliki termometer dapat dilihat pada bagian tepi panci, terbentuk gelembung- gelembung kecil dan halus diikuti suara lirih atau kremengseng. Selama pemanasan dilakukan pengadukan dengan pengaduk kayu secara perlahan –lahan
• Pindahkan susu panas ke dalam wadah/stoples yang bersih. Diamkan susu hasil pemanasan sampai mencapai suhu 45 oC atau suam- suam kuku. Untuk pengujian dapat dilakukan dengan cara menempelkan punggung telapak tangan pada dinding stoples

a) Sebelum melakukan inokulasi (penambahan bibit ke dalam media ), maka meja sekeliling tempat bekerja dan tangan disemprot dengan alkohol dan tunggu beberapa saat sampai mengering
b) Nyalakan lampu spirtus atau lilin pada saat inokulasi
c) Lakukan inokulasi starter terhadap susu hangat tadi, dengan cara menambahkan 50 ml starter yoghurt (plain yoghurt). Inokulasi dilakukan secara aseptis (cepat dan diusahakan untuk tidak terkontaminasi)
d) Tutup wadah dengan tutup stoples atau plastik yang diikat dengan karet
e) Simpan pada suhu kamar selama 12-16 jam, tahap ini disebut inkubasi / fermentasi
f) Setelah masa inkubasi selesai , amati hasil yoghurt, meliputi :
✓ Ada/ tidaknya kontaminan, ditandai adanya spot-spot kecil pada bagian permukaan yoghurt atau terbentuknya gelembung- gelembung kecil pada yoghurt dekat dinding wadah, terbentuk bau asam agak busuk. Apabila ada salah satu tanda tersebut berarti yoghurt yang dihasilkan terkontaminasi dan terhadap produk tersebut tidak boleh dikonsumsi atau harus dibuang
✓ Apabila tidak terdapat kontaminasi, dan dihasilkan yoghurt dengan konsistensi kompak ( membentuk curd atau gumpalan ) bau asam- segar, makaboleh dilakukan uji rasa. Biasanya rasa yoghurt agak asam
g) Yoghurt yang tidak terkontaminasi dan belum ditambahkan gula/syrup gula, dan belum ditambahkan buah disebut yoghurt netral

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *